Beras Hitam Stop Insomnia

Category: , ,
beras hitam Beras Hitam Stop Insomnia beras hitam

Segenggam beras hitam mengusir insomnia menahun

Yusnita Darayati menanggung insomnia sejak 1997. Selama belasan tahun, ia nyaris sulit tidur setiap malam. Wanita 46 tahun itu menuturkan waktu tidur terlama yang pernah dirasakan hanya 2-3 jam. Itu pun mata terpejam setelah lewat tengah malam. Padahal, ia sudah menghentikan aktivitas sejak pukul 21.00. Jika kantuk tak kunjung datang, Yusnita membaca buku atau menonton televisi. “Orang normal biasanya cepat mengantuk kalau membaca buku menjelang tidur,” ujarnya. Namun, usaha itu percuma baginya, kedua mata Yusnita tetap berbinar. “Semakin ingin tidur malahan semakin sulit dilakukan,” ujarnya.

Dampaknya, Yusnita mengeluh pusing dan lelah setiap hari. Ia mengandalkan minyak angin, balsem, dan koyo untuk mengatasi keluhan untuk saat kepala itu. Beruntung, imbas insomnia itu tidak menhalanginya menjalankan tugas sebagai pegawai negeri sipil di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Malang, Jawa timur. “Saya masih bisa bertahan mengatasi lelah dan pusing,” ujarnya. Itu sebabnya, ia enggan memeriksakan diri ke dokter untuk mengatasi gangguan tidurnya.

 Celaka

Namun, lambat laun insomnia menahun itu membuat Yusnita gusar dan kurang percaya diri. Akibat kurang tidur, wajah ibu dua anak itu berubah kusam dengan mata sembab, berkantong, dan muncul lingkaran hitam. Selain itu, peristiwa berbahaya yang terjadi pada 2005 membuatnya sadar bahaya insomnia. “Saya nyaris celaka di jalan raya lantaran terlalu lelah karena terjaga semalam suntuk,” ujarnya. Ia merasakan pandangan matanya tiba-tiba kosong dan gelap saat mengemudi. Ia beruntung mengemudi dengan kecepatan rendah dan lalu lintas tidak terlalu ramai.

Kejadian itu membuatnya tergerak untuk pergi ke dokter. Setelah melalui pemeriksaan, kondisi tubuh Yusnita tergolong normal. “Kelainan tidur itu akibat dari banyak pikiran saja,” ujarnya. Sang dokter memberikan resep obat untuk mengatasi insomnia. Namun, wanita berdarah bali itu enggan mengonsumsi obat. “Saya memang khawatir pada dampak insomnia, tetapi saya juga takut efek bahan kimia yang terkandung di dalam obat terhadap tubuh,” ujarnya. Ia tak pernah menebus obat yang disarankan dokter.

Menurut dokter, dan herbalis di Tangerang Selatan, Banten, dr Prapti Utami, penderita insomnia biasanya mengalami penurunan konsentrasi. “kebutuhan tidur yang minim menyebabkan sel-sel tubuh bekerja tidak optimal.” ujar dokter alumnus Universitas Diponegoro itu. Ia menuturkan insomnia tidak berbahaya jika tubuh bisa beradaptasi. Pasien dapat mengimbangi dengan asupan nutrisi yang tepat bagi tubuh. Dokter biasanya meresepkan obat yang membantu relaksasi syaraf sehingga pasien cepat tidur.

Namun, insomnia menahun akan memicu maladaptasi yaitu adaptasi tubuh terhadap hal yang tidak semestinya. Contohnya, seseorang yang pendarahan akan mengalami anemia, tetapi karena sudah terbiasa maka dengan kadar hemoglobin terendah pun masih sanggup berjalan normal.   “Maladaptasi sangat berbahaya, tetapi tubuh terlanjur terbiasa dengan kondisi yang salah itu,” ujar Prapti Utami.

Pakar Neurologi dari Loyola University Medical Centre, Amerika Serikat, Jasvinder Chawla MD MBA, mengungkapkan 95% warga amerika serikat pernah mengalami insomnia. Gangguan tidur itu kerap ditemui pada wanita, paruh baya, dan pasien pengidap penyakit medis.

Beras Hitam

Yusnita menjatuhkan pilihan pada pengobatan alami untuk mengatasi insomnia. Ia memperoleh informasi bahwa beras hitam mujarab atau sereal beras merah mengatasi insomnia pada 2014. “itu pertama kali saya mengenal beras hitam,” ujarnya. Lantaran penasaran, ia memutuskan mengonsumsi beras hitam setiap hari sebagai pengganti beras putih pada 2014.

Ia mengonsumsi segenggam beras hitam untuk santap siang dan malam. Ia menanak beras hitam menjadi nasi. Penyuka olah raga tenis itu mengkombinasikan dengan lauk pauk daging, ikan, tempe, tahu, dan sayur mayur. Menjelang tidur, ia menikmati secangkir seduhan beras hitam. Ia mengambil sesendok beras hitam lalu memasukkanya ke dalam gelas berukuran 240ml. Kemudian, ia menuangkan air panas dan mendiamkannya sejenak hingga air berubah hitam. Sementara itu, pagi hari Yusnita hanya mengonsumsi buah-buahan segar.

Masa Penyembuhan

Enam bulan pascakonsumsi beras hitam, Yusnita merasakan bisa tidur seperti orang normal. Wajah yang sayu pun berubah menjadi cerah. Yang menggembirakan, bobot tubuh yang semula 84 kg pun turun menjadi 78 kg. “Sejak rutin mengonsumsi beras hitam tubuh senantiasa bugar dan tidak gampang sakit,” ujarnya.

Beras hitam memang tersohor sebagai pangan sehat. Kadar vitamin, mikroelemen, dan asam amino beras hitam lebih tinggi dibanding beras biasa. Flavonoid yang terkandung dalam pigmen hitamnya lima kali lebih besar dibanding beras biasa. Penelitian Dr Zhimin Xu dari Universitas Louisiana di Amerika Serikat mengungkap, sesendok beras hitam memiliki kandungan antosianin lebih banyak dibanding blueberry. Selain itu, kandungan gulanya rendah, tinggi serat, dan mengandung vitamin E.

Di kalangan herbalis, beras hitam memang andal mengatasi beragam gangguan kesehatan, tetapi belum ada yang meresepkan untuk mengatasi insomnia. Herbalis di Bintaro, Tangerang Selatan, Lukas Tersono Adi, memanfaatkan beras hitam untuk mengatasi diabetes, kolesterol, hipertensi, dan kesemutan. Segelas air seduhan beras hitam setiap hari juga dapat melancarkan peredaran darah. “jika tidak menemukan beras hitam pasien bisa mengganti dengan ketan hitam,” ujarnya.

Sumber : (Andari Titisari) Trubus 549-Agustus 2015/XLVI

beras hitam beras hitam Beras Hitam Stop Insomnia RTMBeras Hitam Organik1

TAGS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *